Kasus Bangkai Orang Utan, Polres Seruyan Ditenggat Dua Minggu

Radar Palangkaraya | Senin, 09 Juli 2018 - 07:34:27 WIB

Kasus Bangkai Orang Utan, Polres Seruyan Ditenggat Dua Minggu

Penemuan bangkai orang utan yang tewas ditembus tujuh peluru di Seruyan.(DOK.RADAR SAMPIT)

Temuan bangkai seekor orangutan jantan dewasa berusia sekitar 20 tahun di areal perkebunan, wilayah Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Minggu (1/7) menjadi atensi khusus Kapolda Kalteng Brigjend Pol Anang Revandoko. Ia menginstruksikan jajarannya di Polres Seruyan untuk segera mengungkap dan meringkus pelakunya, terlebih ketika ditemukan satwa dilindungi itu penuh luka sadis di sekujur tubuhnya.

Sang jendral berpangkat bintang satu di pundak itu memberikan deadline atau batas waktu dua minggu bagi jajaran Polres Seruyan untuk mengungkap kasus itu. Jika tidak berhasil maka jabatan Kasat Reskrim Polres Seruyan yang kini dipegang Iptu Wahyu S Budiarja akan dievaluasi bahkan mungkin terancam dicopot.

Bahkan mungkin saja Kapolres Seruyan  yang dijabat oleh AKBP Ramon Zamora Ginting juga akan dievaluasi, jika jajaranya tak berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan orangutan tersebut. Walaupun itu masih sekedar peringatan dan permintaan.

“Kapolda Kalteng Brigjend Anang Revandoko melalui Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan memberikan deadline kepada Kasat Serse Seruyan selama dua minggu semenjak hari penemuan untuk bisa berhasil menangkap pelaku pembunuhan orangutan,” ujar AKBP Hendra Rochmawan, Jumat (6/7).

Mantan Kapolres Palangka Raya ini bahkan menegaskan jika hal itu tidak berhasil maka akan dilakukan evaluasi jabatan tersebut. Tak hanya itu saja instruksi tegas itu terkait pula dalam pengungkapan pembukaan lahan yang tidak ramah lingkungan.

”Tegas intruksi itu jika tidak evaluasi apalagi ada pembukaan lahan sampai membinasakan hewan yang dilindungi, itu sangat tidak manusiawi dan perlu diberikan hukuman yang berat,” tegas Hendra Rochmawan.

Perwira Menengah Polri itu ditanya apakah evaluasi juga diberlakukan dijajaran tertinggi di Polres setempat. Hendra menyatakan hal itu tidak menutup kemungkinan.

”Tak menutup hal itu, intinya jika itu tak terungkap maka dari Polda Kalteng akan turun untuk mem-backup kasus tersebut hingga tuntas. Namun kami yakin bisa terselesaikan secara baik oleh jajaran setempat, yakin saja,” pungkasnya.

Untuk diketahui bangkai satwa langka itu ditemukan di areal perkebunan, wilayah Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Minggu (1/7). Penemuan bangkai orangutan tersebut berawal dari laporan karyawan perusahaan kepada petugas Resort Telaga Pulang SPTN 1 Pembuang Hulu, Seruyan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting.

Penemuan bangkai orangutan tersebut juga dilaporkan kepada Kepala SKW II BKSDA Kalteng Agung Widodo dan diteruskan kepada Kepala BKSDA Kalteng, yang kemudian mengarahkan agar segera ditindaklanjuti, berkoordinasi dengan BPPHLHK wilayah Kalimantan.

Tim BKSDA Kalteng, BPPHLHK, dan OFI menuju lokasi penemuan bangkai orang utan didampingi pihak perusahaan. Evakuasi kemudian dilakukan dengan mengangkat bangkai orang utan tersebut dari dalam air ke darat untuk dilakukan identifikasi awal penyebab kematian.

Dari kondisi fisik orang utan,  diperkirakan individu ini sudah menjadi bangkai satu sampai dengan dua minggu. Terdapat bekas ikatan tali di kaki sebelah kiri, bekas benda tajam di kaki, tangan, dan punggung, jempol kaki sebelah kiri hilang, perut dan leher sudah berlubang.

Bangkai orangutan tersebut ke Orang Utan Care Center Quarentine (OCCQ) OFI Desa Pasir Panjang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan identifikasi, ditemukan tujuh peluru senapan angin di beberapa bagian tubuh dan kepala, bekas luka, dan tusukan akibat tindakan kekerasan.(daq/vin)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed