Kebakaran Kompleks Pasar Desa, Ini Dugaan Penyebabnya

Hukum Kriminal | Senin, 09 Juli 2018 - 08:14:54 WIB

Kebakaran Kompleks Pasar Desa, Ini Dugaan Penyebabnya

KEBAKARAN: Kebakaran di Jalan Perkutut Kompleks Pasar Desa, beberapa hari lalu diperkirakan terjadi karena korsleting listrik.(DOK.RADAR SAMPIT)

Terbakarnya rumah kosong di Jalan Perkutut I Kamis (5/7) lalu, diduga kuat karena korsleting listrik. Terkait kejadian itu, masyarakat diminta berhati-hati agar peristiwa serupa tak terus berulang.

”Karena sudah lama ditinggal penghuninya, jadi hewan-hewan seperti tikus di dalam rumah itu mungkin saja menggigit kabel-kabel listrik, sehingga terjadi korsleting dan menyebabkan munculnya api,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur Rihel, kemarin (6/7).

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Rumah kontrakan berukuran 12 meter x 7 meter itu sedang kosong. Penghuni yang bekerja sebagai penjual roti keliling itu informasinya mudik ke Bandung sejak Ramadan.

Rihel menuturkan, pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam serta dua unit balakar menjinakkan api. ”Kami juga cepat tanggap dengan adanya laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Agar kejadian serupa tak berulang, dia meminta masyarakat lebih hati-hati saat ingin meninggalkan rumah. ”Peralatan seperti kompor dan alat elektronik bisa menimbulkan api. Kalau bisa, semua dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, kebakaran tersebut diketahui Apriyadi yang tinggal di sebelah rumah tersebut. Dia melihat api telah membakar ranjang di ruang tengah. Pria itu pun menyiramkan air hingga padam.

Setelah dia tinggalkan, ternyata api kembali muncul. ”Kemunculan api yang kedua itu langsung membesar dan menghabiskan seisi rumah,” kata Apriyadi. (sir/ign)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed