SMKN 1 Sampit Raih Tiga Emas

Kotawaringin Timur | Rabu, 11 Juli 2018 - 08:23:43 WIB

SMKN 1 Sampit Raih Tiga Emas

PRESTASI : Perwakilan Disdik Provinsi Kalteng menyerahkan piagam dan piala kepada siswi SMKN 1 Sampit yang meraih juara pertama diajang O2SN dan FLS2N SMK tingkat Provinsi Kalteng di Palangka Raya.(SMKN 1 SAMPIT FOR RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Siswa SMKN 1 Sampit memperoleh tiga medali emas dan dua medali perak dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Palangka Raya, 4-6 Juli 2018.

Kepala SMKN 1 Sampit Lismayani mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya di tingkat Provinsi Kalteng dan akan mewakili ke tingkat nasional. “Semua ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, baik dari pihak sekolah maupun para orang tua wali murid,” ujarnya, Senin (9/7).

SMKN 1 Sampit siap mengharumkan nama Kalteng di tingkat nasional melalui ajang O2SN dan FLS2N. Untuk ajang O2SN, rencananya dipusatkan di Jogjakarta sekitar September 2018, sedangkan FLS2N dipusatkan di Aceh pada Agustus mendatang.

“Yang berhak mewakili Kalteng nantinya hanya juara pertama masing-masing lomba. Yang pastinya, siswa kami ada tiga orang yang siap mewakili Kalteng,” ucap Lismayani.

Adapun cabang lomba yang diraih anak didik dari SMKN 1 Sampit diantaranya, pencak silat putra juara I, bulutangkis putri juara I, vokal solo juara II, gitar akustik juara II dan musik tradisional juara I.

Lismayani menegaskan bahwa para guru pembimbing sudah melakukan menyiapkan berbagai latihan yang berkaitan dengan fisik maupun mental.

“Mengingat persaingan di tingkat nasional jauh lebih berat karena setiap provinsi akan mengirimkan duta terbaiknya. Kami harapkan kepada guru pembimbing supaya lebih maksimal lagi untuk melatih setidaknya anak didik lebih percaya diri lagi,” harapnya.

Di tingkat nasional, SMKN 1 Sampit tidak pasang target juara. Namun, pihak sekolah tetap berharap agar perwakilan nantinya bertanding maksimal karena nama yang dibawa bukan lagi nama sekolah ataupun kabupaten, melainkan provinsi. (fin/yit)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed