Malam Penutupan Dimeriahkan Rhoma Irama

Gebyar FSQ Terbaik

Society | Rabu, 11 Juli 2018 - 08:49:31 WIB

Gebyar FSQ Terbaik

LOMBA QASIDAH: Penampilan peserta lomba Qasidah FSQ.

NANGA BULIK – Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-VII tingkat Provinsi Kalteng di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, dinilai sebanding dengan pelaksanaan FSQ tingkat nasional. Bahkan lebih baik lagi. Hal itu dikatakan salah seorang juri nasional yang didatangkan panitia untuk melakukan penjurian lomba, Drs Iman Sukiman.”Saya lihat sisi profesionalitasnya kentara sekali dibandingkan di tempat lain. Saya mungkin hampir setiap tahun sudah keliling Indonesia menjuri. Dari sisi pelaksanaan, belum pernah saya melihat sesemarak ini. Bahkan, sampai pernak-pernik di setiap sudut bisa terlihat,” katanya kagum. 

Menurutnya, antusiasme masyarakat mendukung acara itu juga sangat tinggi. Bahkan, dia takjub saat melihat bupati, wakil bupati, dan sejumlah pejabat berbaur dengan masyarakat untuk menonton peserta. ”ketegasan dari panitia juga sangat bagus, sehingga peserta juga sigap. Tidak main-main.  Di sini saya justru berguru dengan Kalteng untuk kesuksesan pelaksanaan,” ungkapnya.

Jumlah juri dalam setiap lomba yang mencapai 9 orang, menurutnya sangat mengedepankan profesionalitas, karena pembandingnya banyak. Sebab, untuk tingkat nasional saja hanya 3 – 6 juri setiap cabang lomba. 

”Gebyar pelaksanaan FSQ Kalteng ini begitu luar biasa. Tolok ukurnya bukan provinsi lagi,  tapi sudah nasional. Mulai dari tari kolosal yang begitu cantik, temanya sangat kekinian sesuai dengan kondisi daerah, mengandung pesan persatuan, yang muslim dan nonmuslim berbaur. Tentunya dukungan luar biasa pemerintah daerah melalui pendanaan juga jadi faktor kesuksesan kegiatan,” ujarnya.

Dia juga menilai, secara umum bibit-bibit unggul banyak muncul dalam setiap cabang lomba. Sebagai juri, dia cukup kesulitan mencari yang paling baik di antara yang terbaik, sehingga perlu faktor keberuntungan bagi peserta yang mendapat juara. 

”Pesertanya bagus-bagus. Rata-rata standar nasional. Bahkan, jika dibandingkan dari tempat saya di Jogja, lebih banyak bibit unggul dari Kalteng untuk siap tanding di tingkat nasional,” ungkap juri Instrumen yang juga ahli di bidang vokal ini. 

Hal serupa disampaikan Subeli Noordi,  Tim Kerja Lasqi Provinsi Kalteng. Menurutnya, sejak berdiri tahun 2012 di Palangka Raya, pelaksanaan FSQ tingkat Provinsi dari tahun ke tahun selalu dievaluasi dan terus meningkat.

”Pelaksanaan di Kabupaten Lamandau ini boleh saya katakan paling baik. Baik dari segi persiapan, minat masyarakat, publikasi, betul-betul luar biasa. Saya apresiasi panitia yang sangat profesional, sehingga sangat membantu tim kerja provinsi," ujarnya.

Dia tidak heran jika Lamandau mampu menyelenggarakan FSQ dengan rasa kemegahan setaraf MTQ. Sebab, sebelumnya Lamandau sudah berpengalaman dan sukses menyelenggarakan STQ dan Pesparawi tingkat provinsi. 

Dalam FSQ tingkat Provinsi Kalteng, pihaknya mendatangkan tiga juri nasional untuk terlibat dalam tim penjurian. Hal ini merupakan upaya untuk menyambut pelaksanaan FSQ tingkat nasional di Palangka Raya tahun 2019 nanti. 

”Karena tahun depan kami akan menjadi tuan rumah FSQ tingkat nasional, persiapan kami lakukan jauh-jauh hari. Mulai dari persiapan peserta, kami libatkan juri nasional untuk membina peserta dan memperbaiki kekurangan,” katanya.

Diharapkan sebagai tuan rumah, Kalimantan Tengah tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tapi kafilah pesertanya juga sukses dan berprestasi. 

Terpisah,  Wakil Bupati Lamandau H Sugiyarto mengaku belum menerima komplain dari peserta terkait penyelenggaraan FSQ tingkat provinsi tersebut. Walaupun dia yakin pasti ada kekurangannya, sehingga dia juga mengapresiasi seluruh panitia yang sudah bekerja keras, siang dan malam untuk kesuksesan kegiatan.

”Panitia kami memang sudah terbiasa menggelar kegiatan besar. Kami sebenarnya juga sanggup menggelar event nasional, hanya saja belum berani mengajukan diri, karena kondisi daerah kami belum memiliki cukup hotel sebagai akomodasi peserta,” jelasnya.

Keputusan panitia memondokkan peserta di rumah-rumah warga juga bukan tanpa alasan.  Itu dimaksudkan agar seluruh peserta bisa berbaur dengan masyarakat di sekitarnya. Tentunya event tersebut diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian rakyat.

”Jika ada kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan ini, kami sebagai tuan rumah mohon maaf dan akan menjadikannya sebagai instrospeksi ke depan," katanya.

Dia menjelaskan, melalui berbagai kegiatan besar yang dipercayakan kepada Kabupaten Lamandau untuk menyelenggarakannya, menunjukkan kebersamaan dan persatuan terlihat nyata di Lamandau. Sebagai contoh, meski FSQ bagian dari kegiatan seni dan keagamaan, tapi semua pihak, bahkan nonmuslim bisa berbaur membantu suksesnya kegiatan Lasqi.  

”Karena bagi kami ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tapi kegiatan pemerintah. Kami diberi kepercayaan Gubernur sebagai penyelenggara, maka jadi tugas kami membawa nama baik pemerintah kabupaten dan provinsi," tegasnya.

Malam ini (11/7) merupakan malam penutupan FSQ VII tingkat Provinsi Kalteng. Dia mengajak seluruh masyarakat Lamandau dan kabupaten sekitarnya hadir menyaksikan. Sebab, akan ada Raja Dangdut H Roma Irama bersama Soneta grup yang menghibur masyarakat Kalteng. Rombongan H Roma Irama sudah turun di Bandara Iskandar Pangkalan Bun sejak kemarin (10/7). (mex/ign) 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed