BPBD Bentuk Masyarakat Peduli Api

Fokus di Titik Rawan Kebakaran

Society | Rabu, 11 Juli 2018 - 09:02:01 WIB

Fokus di Titik Rawan Kebakaran

BERSINERGI: Tim Penyadartahuan usai melakukan sosialisasi di tiga kecamatan, yakni Baamang, Mentawa Baru Ketapang, dan Seranau, Selasa (10/7), untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Kotim.

SAMPIT – Untuk membantu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, Badan Penanggulana Bencana dan Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membentuk masyarakat peduli api (MPA). Pembentukan kelompok masyarakat itu diutamakan di titik rawan kebakaran.

”Perlu melibatkan masyarakat untuk mengendalikan api. Kami akan membentuk MPA di tiap kecamatan, terutama wilayah yang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan,” kata Sekda Kotim Halikinoor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Pelaksana BPBD Kotim Muhammad Yusuf pada acara penyadartahuan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Aula Sei Baamang, Selasa (10/7).

Dia menjelaskan, kecamatan hanya sebatas induk, sedangkan pembentukan MPA mengandalkan masyarakat, baik di kelurahan maupun desa.

”Tiap kecamatan kami minta membentuk dua MPA. Untuk anggota bisa diambil dari masyarakat lain,” katanya.

Di wilayah perkotaan, menurutnya, ada tiga kecamatan yang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan. Kecamatan tersebut meliputi, Kecamatan Baamang, Mentawa Baru Ketapang, dan Kecamatan Seranau.

”Setelah pembentukan MPA, mereka akan melakukan patroli terpadu dan secara bergantian sesuai wilayah masing-masing. Kemungkinan besar patroli diadakan selama empat bulan,” ujarnya.

Terkait pembentukan MPA, Pemkab Kotim menginginkan secepatnya, karena diperkirakan akhir Juli sudah memasuki musim kemarau. ”Kami sarankan secepatnya dibentuk MPA,” tegasnya.

Kabid Kesiapsiagaan Punding mengatakan, tujuan kegiatan tersebut, selain untuk pengendalian dan penanggulangan karhutla, juga memfasilitasi pembentukan MPA dari tiga kecamatan yang nantinya dapat membantu tugas dan peran pemerintah.

”Tugas MPA itu memberitahukan tentang peristiwa kekabaran kepada aparat berwenang termasuk melaporkan pelakunya. Ikut serta melakukan pemadaman sedini mungkin sambil menunggu bantuan dari petugas terkait. Membantu menyebarluaskan informasi peringatakan akan bahaya kabut asap dampak dari karhutla. Membantu pemulihan secara mandiri atau bersama pertugas terkait di kecamatan dan kabupaten,” ujar Punding.

Pihaknya optimistis tahun ini Kotim akan bebas dari bencana kabut asap. Upaya maksimal dilakukan dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat.

Camat Baamang HM Yusransyah menyebutkan, khusus Kecamatan Baamang yang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan, ada di Desa Tinduk dan Kelurahan Baamang Barat.

”Desa Tinduk dan Kelurahan Baamang Barat yang akan dibentuk MPA karena masuk dalam rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.

Untuk Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Seranau, perwakilan pada acara tersebut belum bisa menyebutkan lokasi, karena belum dikoordinasikan dengan camat masing-masing. (fin/mir/ign)

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed