Jika Kurang, Caleg Satu Dapil Bakal Digugurkan 

Kuota Perempuan Wajib Dipenuhi

Politik | Rabu, 11 Juli 2018 - 09:14:19 WIB

Kuota Perempuan Wajib Dipenuhi

WAJIB ADA: Anggota DPRD Kotawaringin Timur dari kalangan perempuan, yakni Cici Desiliya, Sinar Kemala , Darmawati, usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kotim.

SAMPIT – Kesetaraan gender di dunia politik benar-benar diseriusi, khususnya terkait dengan pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Kuota 30 persen perempuan dalam pengajuan bakal calon legislatif (bacaleg) benar-benar diperhatikan, bahkan diperhitungkan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjabarkan, makna kuota 30 persen perempuan juga tidak sembarangan. Dimana, posisi nomor urut bacaleg perempuan juga diatur, dengan maksud pemberian hak yang setara dengan bacaleg laki-laki.

“Urutannya tidak sembarangan. Di setiap kelipatan tiga, harus ada satu perempuan. Dan kalau dalam satu dapil (daerah pemilihan) kuota perempuannya kurang, semua bacalon dalam dapil itu digugurkan,” kata Ketua KPU Kotim Siti Fathonah Purnaningsih kepada Radar Sampit, di kantornya kemarin (10/7).

Menurutnya, nomor urut bacaleg juga harus memperhatikan ketentuan. Tidak boleh bacaleg perempuan menumpuk di nomor urut bawah. Sebaliknya, mereka bisa ditaruh di urutan paling atas, sekalipun lebih dari satu, bahkan semua perempuan dalam satu dapil juga diperbolehkan.  

Jika kuota dalam satu dapil setelah dikali 30 persen hasilnya adalah 2,1 maka pembulatannya ke atas, yaitu menjadi 3 atau tiga kuota perempuan.  Hal ini juga sempat dipertanyakan dengan nada keberatan oleh kader Partai Golkar Kotim, dalam kegiatan sosialisasi pencalonan anggota DPRD Kotim oleh KPU baru-baru ini. Politisi Partai Golkar berharap pembulatannya ke bawah. Yakni, jika hasil pembaginya di bawah 2,5 maka diharapkan menjadi hanya dua kuota perempuan.

“Misal satu dapil ada tujuh kursi. 30 persennya kan hanya 2,1. Tapi kenapa menjadi tiga, bukan dua?” tanya kader Golkar Kotim tadi.   

Komisioner KPU Kotim Divisi Teknis Benny Setia mengatakan, analisis penjabaran kuota 30 persen perempuan tersebut merupakan semangat bersama terkait dengan kesetaraan gender. Keterwakilan perempuan benar-benar diperhatikan. (rm-90/yit)

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed