PSI Anjurkan Bacaleg Publikasi CV

Politik | Rabu, 11 Juli 2018 - 09:15:47 WIB

PSI Anjurkan Bacaleg Publikasi CV

SAMPIT – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kotawaringin Timur (Kotim) menganjurkan bakal calon legislatif (bacaleg) di partainya bersedia mempublikasikan curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup. Ini terkait dengan adanya aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahwa calon legislatif (caleg) wajib menandatangani pernyataan bersedia atau tidak bersedia mempublikasi CV.   

“Kita sudah diskusi dengan kawan-kawan di PSI, mereka semua bersedia. Dan memang kita di pengurus, menganjurkan untuk bersedia (daftar riwayat hidupnya) dipublikasikan,” kata Robbian Nur, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Kotim, Selasa (10/7).

Sebagai bakal calon pejabat publik, sewajarnya harus siap latar belakang hidupnya diketahui publik. Dan bacaleg PSI Kotim tidak perlu ragu, apalagi menolak atau tidak bersedia CV-nya diketahui umum.

“Justru merasa diuntungkan. Apalagi, bacaleg PSI memang masih polos. Tidak ada yang pernah tersangkut kasus hukum dan sebagainya. Jadi kita siap, bersedia dan mendukung untuk dipublikasikan,” ujar Robbian.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Kotim Junaedi Karim. Meski tidak ada kewajiban untuk bersedia, namun alangkah bijaknya jika caleg bersedia jika daftar riwayat hidupnya dipublikasikan. Bersedia atau tidak, itu merupakan hak masing-masing bakal caleg yang sudah ditetapkan menjadi caleg nantinya.

”Lebih baik bersedia,untuk transparansi dan keterbukaan publik. Masyarakat jadi tahu tentang informasi caleg yang akan pentas di pileg (pemilihan legislatif) 2019. Dan biarlah masyarakat yang melihat dan menilai. Memilah dan memilih,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, yang juga merupakan bacaleg dari Partai Gerindra Kotim, untuk DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sebelumnya, Komisioner KPU Kotim Benny Setia menyampaikan, caleg berkewajiban menandatangani formulir kesediaan atau tidak bersedia mempublikasikan daftar riwayat hidupnya.

“Bersedia atau tidak, itu terserah caleg. Tapi formulir pernyataan itu wajib ditandatangani,” kata Benny saat sosialisasi persyaratan pengajuan bakal calon dan persyaratan pengajuan calon anggota DPRD Kotim, Senin (9/7) lalu.

Menurut dia, caleg boleh mengisi pernyataan tidak bersedia dipublikasikan. Namun jika menyatakan bersedia dipublikasikan, itu akan lebih baik. Sayangnya, Benny tidak menjelaskan apakah ada sanksinya jika caleg tidak bersedia dipublikasikan. Publikasi curriculum vitae (CV) ini berkaitan dengan transparansi dan keterbukaan informasi. (rm-90/yit)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed