Meningkatkan Nafsu Makan, Membantu Mendongkrak Perekonomian

Tempoyak, Makanan Olahan dari Durian yang Digemari Warga

Radar Pangkalan Bun | Kamis, 12 Juli 2018 - 19:05:14 WIB

Tempoyak, Makanan Olahan dari Durian yang Digemari Warga

KULINER: Marsiah memperlihatkan wujud tempoyak fermentasi.

Hasil olahan dari buah durian bisa jadi ”teman” saat makan. Bagi sebagian orang, makanan khas daerah itu menambah nafsu makan.

JOKO HARDYONO, Radar Pangkalan Bun

TEMPUYAK atau Tempoyak merupakan masakan hasil fermentasi dari buah durian. Cara mengolahnya sederhana. Hanya dicampur dengan garam dengan cita rasa asam. Di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), tempoyak sangat digemari warga untuk  hidangan makanan keluarga.

Meski diolah dari durian, tidak semua penyuka buah berduri tajam itu suka dengan tempoyak. Bagi penggemarnya, musim durian sangat ditunggu-tunggu. Saat itulah, mereka bisa makan tempoyak sepuasnya.

Durian dengan rasa manis, legit, dan sedikit pahit, akan berubah asin dengan rasa gurih saat diolah menjadi tempoyak. Pembuat tenpoyak rumahan, warga Kelurahan Baru, Dahlia, menuturkan, musim durian lokal biasanya pada Juni dan Juli.

Biasanya durian yang dicari adalah durian khas Kobar yang rasanya lebih kuat dari segi keasaman, manis, dan sedikit pahit. 

”Biasanya dari 15 buah durian bisa menghasilkan satu kilogram tempoyak,” ujar Dahlia, Rabu (11/7).

Cara pembuatan tempoyak sangat sederhana. Langkah pertama, durian yang sudah masak, dipisahkan daging dengan bijinya. Setelah semua daging terkumpul, baru dicampur garam secukupnya.

Durian tersebut kemudian dimasukkan ke dalam toples, kemudian ditutup rapat. Lalu didiamkan dalam suhu ruangan selama tiga hari. Bisa juga langsung diolah masakan dengan menambahkan gula, irisan bawang merah, bawang putih, serta cabai rawit. 

”Pertama diberi minyak goreng secukupnya, kemudian tumis bawang merah dan bawang putih. Masukan tempoyak, gula secukupnya, dan cabai. Masak hingga menguning dan berubah tekstur menjadi sedikit kenyal,” katanya.

Menurut Dahlia, tempoyak bisa tahan disimpan hingga setahun. Tidak hanya menjadi sambal, tempoyak bisa menjadi bumbu tambahan masakan sayur asam. Harganya saat musim durian Rp 150 ribu per kilogramnya. Harganya melonjak saat musimnya berlalu, yakni bisa mencapai Rp 200 ribu.

”Saya biasanya membuat hanya untuk makanan sehari-hari keluarga, karena keluarga sangat menyukai tempoyak,” ujarnya, seraya menambahkan, tempoyak juga ampuh meningkatkan nafsu makan.

Sementara itu, penjual tempoyak di Pasar Tembaga Indah, Kelurahan Baru, Masriah mengatakan, penjualan tempoyak saat musim durian sepi konsumen, karena warga bisa memproduksi sendiri di rumahnya. Namun, saat durian sedang tidak musim, tempoyak diburu warga.

”Kalau durian kosong, banyak yang mencari. Satu bungkus plastik satu ons saya jual Rp 15 ribu,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menjual tempoyak dalam bentuk toples setengah kilogram dengan harga Rp 75 ribu. Saat tidak musim durian, tempoyak dagangannya setiap hari mampu terjual hingga dua kilogram.

”Saat musim durian ini, paling hanya setengah kilogram yang terjual. Kalau tidak musim durian, banyak yang mencari,” ujarnya.

Saat musim buahnya, banyak warga yang menjual tempoyak masak. Seperti yang dilakukan Dewi, warga Kelurahan Baru. Dia biasa memproduksi durian hingga tiga kilogram per hari, kemudian dijual melalui media sosial per mika Rp 25 ribu, termasuk ongkos kirim. 

”Sehari bisa menghasilkan 20 mika tempoyak. Banyak yang suka dan setiap produksi pasti habis,” katanya.

Peningkatan ekonomi warga terkait pengolahan tempoyak itu hanya bisa dirasakan saat musim durian. Selain masyarakat Kalimantan, tempoyak juga sangat disukai masyarakat Sumatera dan negara tetangga, Malaysia, sebagai khas makanan melayu. (***/ign)

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook


Jadwal Shalat

Twitter Feed