Pasar Pendopo Diamuk Api, Hanya Timbangan yang Selamat

Lintas Kalteng | Kamis, 26 Juli 2018 - 13:49:26 WIB

Pasar Pendopo Diamuk Api, Hanya Timbangan yang Selamat

MEMBARA: Api yang berkobar dan mengamuk di Pasar Pendopo, Muara Teweh, tadi malam (25/7).(ALWANDY/RADAR SAMPIT)

MUARA TEWEH – Kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Barito Utara (Batara). Si jago merah melahap bangunan Pasar Pendopo di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, Selasa (25/7) malam.

Kejadian itu membuat geger sebagian besar masyarakat Kota Muara Teweh. Mereka ramai-ramai memadati sekitar lokasi kejadian. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Namun, kerugian akibat musibah itu ditaksir mencapai miliaran rupiah. Pasalnya, sebagian besar pedagang tak bisa menyelamatkan barang-barangnya.

”Ludes semua dagangan kami. Saya hanya bisa menyelamatkan mesin pemarut kelapa dan alat timbangan saja,” ujar Hajidi, pedagang pasar.

Informasi yang dihimpun, api mulai membesar sekitar pukul 20.00-20.30 WIB, dari bangunan pasar yang berada di pojok sebelah kanan. Para pedagang yang sedang berjualan di Pasar Blauran, menutup dagangannya lebih awal karena kejadian itu.

”Api tiba-tiba saja membesar, membuat geger masyarakat di daerah ini,” ujar Rudi, warga yang menyaksikan kebakaran tersebut.

Musibah kebakaran yang menimpa Pasar Pendopo itu bukan yang pertama kalinya. Sebab, sebelumnya pasar yang terletak di pinggir Sungai Barito itu pernah terbakar beberapa tahun silam.

”Pasar ini beberapa tahun lalu pernah terbakar dan sekarang terbakar lagi,” kata salah seorang warga, Hamzah.

Di lokasi tampak BPBD dan Pemadam Kebakaran menurunkan semua unit armadanya, dibantu Water Canon Polres Batara. Sebagian besar bangunan pasar yang terbuat dari kayu, membuat api cepat membesar dan meluas.

Hingga berita diturunkan, api belum berhasil dijinakkan sepenuhnya oleh petugas. Aparat kepolisian dan Pemkab Batara belum dapat dikonfirmasi terkait musibah tersebut. (viv/ign)

 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook