Jhon: ”Karier Saya Mau Dihabisi”

Metropolis | Jumat, 03 Agustus 2018 - 05:45:32 WIB

Jhon: ”Karier Saya Mau Dihabisi”

SAMPIT – Pupus sudah harapan Jhon Krisli untuk kembali duduk di kursi wakil rakyat periode selanjutnya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak lagi mencalonkan  pria yang masih menjabat Ketua DPRD Kotim itu untuk berlaga dalam Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

Mendengar namanya tidak dicalonkan, Jhon yang mengenakan kaos merah, Rabu (1/8), tampak kecewa berat. Dia menyesalkan keputusan yang diambil menjelang  penutupan pendaftaran di KPU tersebut.

Keputusan partai membuatnya mati langkah. Meski banyak partai yang sudah membuka peluang untuknya, Jhon menepis tawaran itu. Dia tetap yakin PDIP mengusungnya kembali. ”Kalau begini sepertinya karier politik saya mau dihabisi,” kata Jhon.

Meski lebih banyak diam, Jhon tak membantah dia sengaja dijegal oleh sekelompok orang dalam pencalonannya di Pileg 2019. ”Bisa dinilai sendiri siapa yang berperan. Tentunya mereka yang tidak senang dengan saya,” ungkap Jhon.

Kabar Jhon yang tak dicalonkan itu juga membuat kaget simpatisan pendukungnya dan menyesalkan keputusan partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Apalagi selama ini PDIP Kotim selalu identik dengan figur Jhon Krisli sebagai kader terbaiknya. Jhon justru tersingkir oleh caleg yang bukan murni kader PDIP.

Jhon Krisli merupakan kader PDIP yang sudah 18 tahun bernaung di partai itu. Dia meniti karier dari bawah sejak bergabung hingga memimpin anak ranting dan melejit menjadi pengurus DPC PDI Perjuangan. 

Saat menjabat ketua DPC, PDIP tergolong sukses. Perolehan suara PDIP unggul di Kotim, sehingga menjadi lumbung suara terbanyak di Kalteng.

Sementara itu, PDIP Kotim kembali menyerahkan berkas perbaikan ke KPU menjelang penutupan, Selasa (31/7) malam. Penyerahan berkas itu hanya dipimpin Sekretaris DPC PDIP Awai F Mattali.

Terkait gagalnya Jhon maju, Awai tak mau banyak berkomentar. Sebagai pengurus DPC, dia mengaku hanya sekadar melaksanakan keputusan partai untuk menyerahkan berkas perbaikan ke KPU Kotim. Nama Jhon Krisli awalnya ada dalam daftar sistem informasi pencalonan (silon). Namun, ada perubahan dari DPP PDIP.

Informasi gagalnya Jhon Krisli maju dalam dalam konstelasi politik 2019 tersebut dengan cepat tersiar. Ketua DPD Golkar Kotim Supriadi merasa prihatin lantaran kader potensial sekaliber Jhon harus ditinggalkan dalam Pileg 2019.

”Sebagai sahabat, saya prihatin atas fenomena demikian. Tapi, perlu diketahui, saya tidak mencampuri ranah internal partai mereka. Saya sebagai teman di lembaga merasa prihatin,” kata Supriadi yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kotim ini.

Supriadi berharap Jhon tetap berkiprah dalam dunia politik meski tidak masuk dalam daftar caleg tahun 2019. ”Pak Jhon masih muda dan masih panjang karier perjuangannya di dunia politik. Saya yakin, dengan kejadian ini, dia akan mendapatkan tempat di hati pendukung dan masyarakat Kotim,” ujar Supriadi.

Apa yang dirasakan Jhon, lanjut Supriadi, pernah juga dirasakannya. Namun, semuanya  harus dijalani dengan lapang dada. ”Saya juga pernah merasakan seperti itu. Saya sarankan pak Jhon tetap optimistis dengan target besar politiknya ke depan. Apalagi dia adalah putra daerah yang terbaik,” katanya.

Supriadi menambahkan, apabila PDIP tidak memerlukan kader seperti Jhon, DPD Golkar akan membuka peluang untuk mengakomodir aspirasi politiknya. ”Kami terbuka saja kalau mau bergabung, sepanjang wadah dan posisi  di semua tingkatan bisa mengakomodir,” ungkapnya. (ang/ign)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook