Sejumlah JCH Kalteng Alami Radang Tenggorokan

Radar Palangka | Rabu, 08 Agustus 2018 - 08:11:32 WIB

Sejumlah JCH Kalteng Alami Radang Tenggorokan

TIBA: Jamaah Calon Haji (JCH) Kalteng kloter 11 yang terdiri dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, dan Pulang Pisau tiba di Mekah Arab Saudi.(PETUGAS HAJI FOR RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Suhu ekstrem di Arab Saudi membuat sebagian jamaah calon haji (JCH) Kalteng mengalami dehidrasi dan radang tenggorokan. Pasalnya, suhu di Arab Saudi saat ini mencapai 40 derajat celcius.

Berdasarkan informasi Ketua Kloter 8 Arbaja, meski kondisi jamaah sehat, beberapa jamaah mengalami dehidrasi dan radang tenggorokan. Kondisi itu dikarenakan perbedaan suhu di Indonesia dengan Arab Saudi, sehingga jamaah belum terbiasa dengan kondisi panas yang mencapai 40 derajat celcius.

”Suhu di Arab Saudi mencapai 40 derajat celcius. Ada beberapa jamaah yang sempat dehidrasi dan mengalami radang tenggorokan,” kata Arbaja, Minggu (5/8). 

Menghindari dehidrasi dan radang tenggorokan lebih parah, jamaah diminta memperbanyak minum air putih dan mengenakan masker. Selain itu, jamaah juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan.

”Jamaah kloter 8 yang terdiri dari JCH asal Sukamara, Gunung Mas, Barito Selatan, dan Barito Timur telah menjalani sejumlah rangkaian ibadah. Adapun yang telah dijalani ialah umrah wajib, membayar dam, dan melakukan ziarah," ucapnya.

Arbaja mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama pihak maktab dan utusan Kementerian Haji Arab Saudi. Setiap kloter diminta menaati jadwal waktu pelontaran jumrah yang telah ditetapkan. Jarak antara kemah jamaah kloter 8 dengan jamarat kurang lebih 1,7 kilometer.

”Jamaah kloter 8 oleh maktab dan utusan Kementerian Haji, diminta untuk menjaga kekompakan dan keselamatan,” tandasnya. (arj/ign)

 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook