Maling HP, Dua Sahabat Diciduk

Hukum Kriminal | Kamis, 09 Agustus 2018 - 08:17:25 WIB

Maling HP, Dua Sahabat Diciduk

TANGAN PANJANG: Syahril dan Rahman ketika diamankan di Mapolsek Pahandut usai diciduk karena mencopet di Pasar Malam Jalan Yos Sudarso, Minggu (5/8).(POLSEK PAHANDUT FOR RADAR PALANGKA)

PALANGKA RAYA – Mendekam dalam sel tahanan Polsek pahandut kini dirasakan dua sahabat karib lantaran tertangkap menjadi pelaku pencurian alias pencopetan. Syahril (54) warga Teluk Dalam, Gang Sepakat, Kelurahan Banjar, Kecamatan Telaga Biru, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Rahman (37) warga Jalan Soekarno Hatta, Desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.

Kedua pelaku tangan panjang (baca; tukang copet) itu dibekuk usai beraksi di pasar malam Jalan Yos Sudarso, Minggu (5/8). Mereka ditangkap di dua tempat berbeda. Pelaku Rahman diamankan di Jalan Yos Sudarso. Sedangkan Syahril di Wisma Pisces, Palangka Raya.

Dari keduanya polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit ponsel. Mereka ditangkap Unit Resmob Polsek Pahandut yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pahandut Ipda Rais, Senin (6/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga keduanya datang ke Palangka Raya untuk mencopet. Namun belum beberapa hari beraksi sudah berhasil diciduk.

Kapolsek Pahandut AKP Roni Wijaya melalui Kanit Reskrim Ipda Rais, Selasa (7/8) mengatakan setiap beraksi, kedua pelaku memiliki peran berbeda. Syahril sebagai pengambil dan Rahman sebagai pengintai dan mengawasi korban.

”Benar kita amankan dua orang, sehari setelah dilaporkan oleh korban. Kami menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB. Kemudian kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku sekitar pukul 14.00 WIB. Malam itu (5/8) keduanya mengambil satu unit ponsel merk Samsung J3 Pro dari kantong jaket seseorang yang sedang berjalan di pasar malam, Jalan Yos Sudarso,” ujar Rais.

Perwira pertama Polri ini menyebut hasil pemeriksaan sementara, keduanya baru mengakui pertama kali beraksi. Namun berdasarkan pengamatan diduga keduanya beraksi secara profesional dan sudah berulang kali melakukan perbuatan serupa, hanya saja baru berhasil dibekuk.

“Keduanya ditangkap setelah kami melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus pelaku. Pelaku dan barang bukti handphone sudah kita amankan. Ini masih kami dalami karena pelaku orang luar dan diduga beraksi di lokasi lain. Saya kira ini bukan yang pertama,”  tegas Rais.

Rais menuturkan agar terhindar dari pencopetan, warga diimbau selalu waspada di manapun berada. Selain itu, pola perilaku dan penampilan juga perlu diperhatikan di tempat umum agar tidak menarik perhatian pencopet.

"Waspada di tempat umum. Jangan mengundang orang untuk melihat kesempatan itu. Misal bawa tas, tas terbuka diatasnya berpakaian yang sopan biar tidak menjadi perhatian orang," lanjut Rais.

Ia menambahkan jika masyarakat menjadi korban pencopetan, agar segera mengambil tindakan untuk melapor kepada pihak polisi.

"Kalau pidana, lapor segera ke kantor polisi. Intinya masyarakat harus tetap waspada dan jangan mengundang orang untuk melakukan tindak kejahatan,"pungkas Rais.(daq/vin)

 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook