Perusahaan Berdayakan Masyarakat Siaga Api

Siap Hadapi Ancaman Karhutbunla

Radar Palangka | Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:59:43 WIB

Siap Hadapi Ancaman Karhutbunla

SIAP KARHUTBUNLA: Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan Sinar Mas Agribusiness and Food di area Kabupaten Seruyan bekerjasama dengan Manggala Agni Daerah Operasi Pangkalan Bun.(: SINAR MAS AGRIBUSINESS AND FOOD FOR RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Semua lini di masyarakat memasuki kemarau ini bersiap menghadapi ancaman  kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla). Termasuk Sinar Mas Agribusiness and Food. Sebagai perusahaan agro bisnis global yang memiliki bisnis kelapa sawit terintegrasi dari hulu hingga hilir, melalui unit usahanya PT Mitrakarya Agroindo yang beroperasi di wilayah Kabupaten Seruyan bekerjasama dengan Manggala Agni daerah operasi Pangkalan Bun menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan.

“Pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan dapat dilakukan dengan maksimal dengan adanya sinergi dari pemerintah, perusahaan dan masyarakat setempat. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama yang bila dilakukan secara kolaboratif akan menjauhkan kita semua dari bahaya kebakaran,” kata CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalimantan Tengah Willy Agung Adipradhana yang membuka langsung kegiatan pelatihan beberpa waktu lalu, melalui rilisnya kepada Radar Sampit, Selasa (8/8).  

Dijelaskannya, upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, lhan dan kebun yang dilakukan perusahaan mendapatkan dukungan yang positif dari Pemerintah Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Seruyan Tengah dengan mengikutsertakan perwakilan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla Kecamatan untuk mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

perusahaan juga akan memberikan pendampingan kepada lembaga Masyarakat Siaga Api (MSA) di 10 desa binaan perusahaan di wilayah Kecamatan Batu Ampar dan Seruyan Tengah untuk tindakan pencegahan dan pengendalian kebakaran, sebagai bagian dari program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) perusahaan.

“Kami melihat pentingnya dukungan serta peran aktif dari MSA sebagai garda terdepan dalam proses deteksi dini, pencegahan kebakaran maupun proses sosialisasi pencegahan  kebakaran kepada seluruh lapisan masyarakat di desa. Oleh karena itu para relawan akan dibekali dengan pembinaan, pelatihan yang baik serta peralatan penanganan kebakaran tingkat awal yang memadai,” ujar Willy.

Sukarelawan MSA akan dilatih dan didukung dalam melakukan pemantauan titik api secara efektif, serta menyampaikan informasi secara cepat ke tim penanggulangan, baik melalui surat elektronik, pesan singkat (sms), telepon, maupun cara-cara berkomunikasi lainnya. Pemantauan lokasi dan titik-titik api juga dilakukan dengan menggunakan teknologi drone, juga sistem monitoring hot spot berbasis satelit yang hasil pengolahan datanya akan diteruskan ke Posko KTD dan Posko MSA di wilayah operasional di setiap unit.

Program DMPA yang akan dilaksanakan di 10 desa binaan di wilayah Kecamatan Batu Ampar dan Seruyan, Kalimantan Tengah akan menitikberatkan pada penguatan kelembagaan MSA yang berfokus pada pencegahaan dan pengendalian karhutbunla serta peningkatan ekonomi masyarakat dari desa binaan dalam bentuk pengembangan pertanian berkelanjutan dengan pola Pertanian Ekologis Terpadu (PET).

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Pangkalan Bun, Binsar Oktavianus Togatorop mengapresiasi inisiatif perusahaan tersebut.

“Di tahun 2018 ini, PT MKA merupakan perusahaan pertama yang menjalin kerjasama untuk mengadakan pelatihan Pengendalian Karhutla. Saya berharap hal ini dapat diikuti oleh perusahaan lain serta ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan untuk membina masyarakat sekitar dalam tindakan pencegahan dan penganggulangan kebakaran hutan, kebun, dan lahan,” tandasnya. (vin)

 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook