Pria Bertato Tewas Bersimbah Darah, Warga Tak Berani Menolong

Radar Pangkalan Bun | Kamis, 09 Agustus 2018 - 14:01:34 WIB

Pria Bertato Tewas Bersimbah Darah, Warga Tak Berani Menolong

KECELAKAAN: Pria bertato yang diduga korban tabrak lari tergeletak bersimbah darah di ruas jalan Pasir Panjang – Kumpai Batu Atas (KBA), Rabu (8/8).(WARGA FOR RADAR PANGKALAN BU)

PANGKALAN BUN – Roni, pria berusia 40 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di ruas jalan Pasir Panjang - Kumpai Batu Atas (KBA), Rabu (8/8) dini hari. Diduga pria bertato kalajengking itu menjadi korban tabrak lari. Polisi masih menyelidiki kasus yang menggegerkan warga RT 04 Desa Pasir Panjang tersebut.

Aan warga sekitar, menuturkan, sebenarnya ada dua korban yang tergeletak di ruas jalan itu. Namun, tidak ada yang menolong karena takut. Hanya satu korban yang ditolong dan dibawa pergi dari lokasi, sementara satunya, Roni, dibiarkan tergeletak di jalan.

”Kalau kecelakaan lalu lintas tidak mungkin (yang membuat korban Roni tewas, Red), karena tidak ada bekas kecelakaan. Aneh juga. Kurang jelas penyebabnya,” ujar Aan.

Kasatlantas Polres Kobar AKP Marsono mengatakan, Roni (40) merupakan warga RT 11, Desa Pasir Panjang. Pria itu meninggal di lokasi. Diduga penyebabnya kecelakaan, tabrak lari. Dia terluka di bagian kepala dan punggung karena benturan.

”Belum kami simpulkan, karena korban saat itu bersama keponakannya. Sama-sama mabuk dari Kalimati Lama,” ujarnya.

Menurut Marsono, mayat Roni ditemukan pasangan suami istri yang melintas di lokasi itu. Dari keterangan Suprianto (43), warga sekitar, dia mendengar suara teriakan minta tolong dari pasutri yang awalnya berniat ke pasar tersebut. Mereka memberitahukan ada seseorang yang tergeletak di tengah jalan dalam keadaan terluka.

”Korban ditemukan dalam keadaan tergeletak di tengah jalan dengan konsisi luka dan meninggal dunia di tempat,” ujarnya.

Marsono menambahkan, saat di lapangan, anggota tidak menemukan pecahan kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan. Warga sekitar juga tak mendengar ada kecelakaan. Hal itu membuka kemungkinan Roni merupakan korban tabrak lari. Selain itu, dari mulutnya tercium bau minuman keras.

”Ini masih diselidiki. Perkembangannya nanti,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo melalui Kanit Identifikasi Aiptu Ferdinan Abineno mengatakan, korban mengenakan celana pendek hijau berkaos merah, rambut cepak, dan kulit sawo matang. Di tangan kanannya ada tato kalajengking. Bagian kepala luka.

”Diduga kuat korban tabrak lari, tapi masih kami dalami lagi dengan memeriksa sejumlah saksi, karena sekarang yang menangani bagian Lantas,” pungkasnya. (jok/ign)

 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook