Kasus Fitri, Polres Kotim Periksa OC

Hukum Kriminal | Kamis, 09 Agustus 2018 - 14:04:24 WIB

Kasus Fitri, Polres Kotim Periksa OC

Kasus kematian Nur Fitri alias Bunga masih misterius.(RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Misteri kasus kematian Nur Fitri alias Bunga kembali jadi konsentrasi utama petugas reserse kriminal Polres Kotim. Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriadi mengaku telah memeriksa salah satu saksi berinisial OC, teman dekat korban.

Menurut Wiwin, OC yang diperiksa selama lebih dari sehari, tak mau berkomentar banyak terkait kematian Fitri. Bahkan, pihaknya sudah melakukan pendeketan secara persuasif terhadap saksi.

”Sudah kami periksa dan ditanya macam-macam. Masih tak mau berkomentar banyak juga,” ujar Wiwin, Rabu (8/8).

Terkait dugaan kepolisian soal keterlibatan OC dalam tewasnya Fitri, Wiwin masih belum mau berkomentar banyak. Sebab, pihaknya saat ini masih merangkum keterangan dari beberapa saksi lain. Dia juga tengah mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan keputusan.

”Untuk saat ini, saya masih berusaha mengumpulkan alat bukti sebelum memutuskan tersangka. Tapi reskrim optimis, tahun ini kasus Fitri terungkap,” terangnya.

OC merupakan sahabat Nur Fitri. Hasil penelusuran Radar Sampit pada 2017 lalu, pria itu dikabarkan bersama Fitri dan AT, yang merupakan suami korban.

Hasil investigasi dan wawancara beberapa narasumaber, menghasilkan temuan, bahwa mereka bertiga berada dalam satu mobil pada malam sebelum Fitri ditemukan tewas. Selain itu, AT juga dikabarkan berbohong soal kematian istri sirinya itu.

Kepada aparat kepolisian, AT mengaku Fitri melompat dari mobil hingga tewas. Namun pengakuannya terhadap paman dan kakak korban, istrinya itu minta diturunkan dari mobil.

Tapi kemudian, AT meralat pernyataannya itu kepada keluarga korban. Hal itu juga sempat dipertanyakan oleh saudara-saudara korban.

Sahuri, paman Fitri, juga sempat mendatangi kantor sekretariatan PWI Kotim pada Minggu (22/10) tahun lalu, untuk menyampaikan desakan terhadap aparat kepolisian, agar kasus kematian keponakannya itu segera diusut tuntas. Mereka juga membeberkan kejanggalan pernyataan AT, lantaran dinilai berubah-ubah.

Sebelum mendatangi PWI, malam sebelumnya, Sabtu (21/10), pihaknya sempat bertemu AT di kediamannya untuk mengetahui peran suami Fitri itu dalam kasus tewasnya sang keponakan.

Namun, justru AT mengungkapkan hal berbeda. Pria yang berporfesi sebagai pengusaha itu mengatakan, bahwa istrinya meninggal tidak loncat dari mobil, melainkan turun dengan sendirinya dan menghilang begitu saja. (ron/yit)

 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook