Biar Jera, Kaki Begal Ditembak

Hukum Kriminal | Jumat, 10 Agustus 2018 - 13:29:15 WIB

Biar Jera, Kaki Begal Ditembak

HADIAH PELURU: Fahriandi saat ditangani tim medis Bhyangkara usai diciduk lantaran penjambretan (DODI/RADAR PALANGKA)

PALANGKA RAYA – Ketegasan dalam menangani pelaku kejahatan di Palangka Raya kembali diperlihatkan jajaran Polres  setempat. Kali ini dirasakan Fahriandi. Pemuda berusia 18 tahun itu merasakan sebutir timah panas bersarang di bagian kaki kanannya. Warga Jalan Matal, Kelurahan Kereng Bangkirai itu didor lantaran menjadi pelaku penjambretan alias  begal.

Dalam beraksi pelaku tak segan-segan melukai dan menyeret korban hingga terjatuh. Dari pengakuannya sudah tiga kali beraksi. Satu kali berhasil menjambret di Jalan G Obos simpang Jalan Pangeran Samudera. Namun pelaku berhasil ditangkap Resmob Polres Palangka Raya dan Polsek Pahandut usai menjambret tas milik mahasiswi, Sabtu (4/8) lalu.

Kini pelaku sudah mendekam dalam sel tahanan Polsek Pahandut.  Dari tangan pelaku berhasil mengamankan dua unit handphone (telepon seluler) dan sejumlah barang berharga lainnya. Sedangkan sebuah anting yang dijual ke Pasar Besar masih dalam pencarian. Kuat dugaan selain beraksi sendiri, pelaku juga melakukan hal serupa bersama dengan rekan-rekannya yang saat ini masih dalam pengembangan.

"Dari pengakuannya sudah tiga kali beraksi, namun satu kali yang berhasil di Jalan G Obos simpang Jalan Pangeran Samudera. Jadi ini pelaku tidak segan-segan melukai korbannya, terakhir korban hingga terseret dan terjatuh saat dijambret. Ditindak tegas karena berupaya melawan petugas dan berusaha melarikan diri, juga tidak koorperatif,” ujar Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar.

Didampingi Kabag Ops Kompol Purwanto,  atas perbuatannya itu pelaku yang sudah mendekam di sel Mapolsek Pahandut, kini dikenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman kurungan  lima tahun penjara.

”Kita terapkan pasal pencurian dan kami yakin ada komplotannya maka itu masih diselidiki biar kita tangkap dan tindak tegas sehingga kasus semacam ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Kapolres menambahkan pelaku terakhir beraksi tanggal 4 Agustus kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. di Jalan G Obos seberang Jalan Pangeran Samudra. Korban seorang mahasiswi, sebelum dijambret dibuntuti kemudian pelaku merampas tasnya sampai korban jatuh. Terseret dan luka lecet. Kemudian korban melapor dan dilakukan pengembangan hingga meringkus pelaku.

“Pelaku ditangkap bersama barang bukti. Setiap beraksi pelaku selalu berkeliling dengan motor. Sasaran yang dicari wanita. Jadi sifatnya dia keliling melihat kalau ada perempuan bawa motor sendiri, bawa tas baru dipepet, karena pelaku menilai perempuan lemah,” pungkasnya.

Sementara itu, korban Nurliana (21) sebelum kejadian dirinya berboncengan dengan temannya bernama Indah dari Indomaret di G Obos. Pas perjalanan pulang tepatnya di tikungan pelaku langsung menarik tas hingga dirinya terjatuh dan terseret. Usai berhasil mengambil tas, pelaku langsung kabur.

“Nggak ada curiga saya dibuntuti. Jujur saya kecewa partisipasi masyarakat kurang untuk menolong padahal sudah teriak. Saya yang jatuh keseret. Tetapi dengan tertangkapnya pelaku perasaannya lega. Biar gak ada korban lagi,” pungkasnya.

Sementara itu,  Fahriandi mengatakan dirinya menjambret untuk keperluan sehari-hari dan memenuhi kebutuhan hidup. Ia pun mengakui selain sendiri juga beraksi bersama temannya.

”Jujur saya akui semua dan menyesal. Menjambret karena desakan ekonomi,” ucapnya sambil menahan sakit.(daq/vin)

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook