Masih Hidup, Meski Dikerubungi Semut dan Lalat

Bayi Dibuang di Semak

Radar Palangka | Jumat, 10 Agustus 2018 - 13:43:08 WIB

Bayi Dibuang di Semak

Bayi yang baru lahir ketika ditangani tim medis usai ditemukan di semak-semak di Jalan G Obos Palangka Raya, Kamis (8/9).

PALANGKA RAYA - Bayi laki-laki ditemukan warga  di dalam semak belukar, Jalan G Obos XXVI dengan kondisi masih hidup, Kamis (9/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Penemuan orok sontak membuat warga geger.

Bayi berbobot 2,7 kilogram itu ditemukan warga dalam keadaan tanpa selimut. Diduga orok tersebut hasil hubungan gelap di luar pernikahan. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan kepolisian.

Penemu bayi tersebut adal.ah Anto (35). Pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan itu menemukan bayi berjenis laki-laki menangis di semak-semak yang berada di belakang rumah seorang warga bernama Helena, dengan kondisi terlentang dan tanpa busana.

”Saya bersama beberapa orang tukang bangunan beberapa kali mendengar bayi menangis. Tetapi ketika dicari tidak ketemu. Siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, tangisan si bayi kembali muncul dan kami menemukannya di semak-semak di belakang rumah warga di Jalan G Obos XXVI dengan kondisi masih hidup,” ujarnya kemarin siang.

Helen, salah seorang saksi mata mengatakan, suara tangisan bayi terdengar sejak subuh. Awalnya, ia tak curiga meski pun sempat mencari sumber suara. Perempuan itu sempat kembali mendengar tangisan bayi di siang hari. Sebelum akhirnya bersama-sama masyarakat berhasil menemukannya dalam keadaan menyedihkan.

Kondisinya memprihatinkan; usus terburai, tak ada selembar kain penutup tubuh, serta dikerumuni lalat dan semut. 

Helen tidak mengetahui siapa pemilik bayi itu. Dirinya juga tak mencurigai ada seseorang yang membuang bayi.

”Alhamdulillah, bayinya masih hidup. Tapi kasihan, karena dibuang di semak-semak dan ususnya keluar,” ujarnya terlihat syok.

Sementara itu, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar menerangkan, usai  menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya penemuan bayi tersebut, pihaknya langsung memerintahkan sejumlah anggotanya meluncur ke lokasi orok ditemukan.

“Ketika ditemukan bayi dalam plastik, tidak ada selimut dan sangat memperihatinkan. Ususnya keluar. Maka dari itu ketika di TKP, anggota dibantu warga sekitar yang melihat kondisi bayi langsung mengevakuasi bayi mungil tersebut serta membawanya ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya,” ujarnya.

Didampingi Kabag Ops Kompol Purwanto, Timbul mengatakan, ketika berada di semak-semak tanpa busana, kondisi bayi tersebut hanya beralaskan kantong plastik. Kuat dugaan, bayi laki-laki itu lahir Rabu malam dan belum genap sehari.

“Kami belum berani memastikan, apakah bayi tersebut atas hubungan gelap orang tuanya atau hal lain. Hanya saja, dengan adanya peristiwa tersebut kami akan melakukan penyelidikan siapa pembuang bayi berparas ganteng dan berkulit putih itu,” katanya.

Timbul membeberkan, tidak ada satu orangpun yang melihat siapa yang menaruh bayi malang itu di semak-semak.

”Kami masih melakukan penyelidikan mendalam, beberapa saksi dimintai keterangan. Intinya kondisi bayi sangat menyedihkan dan siapapun yang melakukan hal itu sungguh tidak berperikemanusian,” tegasnya.

Humas RSUD dr Doris Sylvanus, Theodorus Sapta Atmadja menyatakan bayi itu lahir secara normal dan sudah cukup bulan untuk dilahirkan. Namun, sudah mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Dugaan sementara, karena ada kelainan pada usus yang terburai itulah, bayi tak berdosa itu sengaja dibuang.

“Kami memberikan pertolongan medis terhadap seorang bayi laki-laki yang diantar ke UGD oleh pihak kepolisian setempat. Bayi juga engalami luka lecet di beberapa tubuhnya,” ujar Theodorus.

Tim dokter langsung memberikan pertolongan untuk bayi laki-laki tersebut, agar kondisinya bisa stabil seperti bayi lainnya yang baru saja lahir.

“Tali pusarnya saat itu sudah tidak ada lagi. Si bayi sempat kehilangan suhu tubuh, karena udara di lokasi ditemukan dingin. Sehingga harus diberikan tindakan medis untuk kembali memulihkan kondisinya,” ungkapnya.

Karena usus bayi berada di luar dan mengalami dehidrasi, saat ini dilakukan perbaikan dari hipotermi bebas biaya.

”Kalau prediksi saya, bayi baru dilahirkan dan diletakkan malam hari. Ususnya keluar karena kelainan bawaan. Untuk pembiayaan medis bayi tersebut sdigratiskan menggunakan program kelas tiga,” pungkasnya. (daq/vin)

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook