Germas, Efektif Tekan Jumlah Penderita

Penyakit Tak Menular Dominasi Penyebab Kematian

Radar Palangka | Sabtu, 11 Agustus 2018 - 12:05:44 WIB

Penyakit Tak Menular Dominasi Penyebab Kematian

PALANGKA RAYA - Staf  Ahli  Wali Kota Palangka Raya Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Palangka Raya, Suprianto mengatakan saat ini tren kesehatan mulai berubah. Dimana pada tahun 90-an didominasi oleh penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Kini sudah mulai beralih ke penyakit tidak menular seperti stroke, kencing manis, dan lainnya.

"Kematian akibat penyakit ini meningkatkan beban kesehatan. Penanganannya perlu dana dan teknologi tinggi," terangnya, Jumat (10/8).

Ia menyebut, penyakit itu disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang buruk, serta kebiasaan mengonsumsi alkohol maupun nikotin secara berlebihan. Menurutnya gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) merupakan langkah efektif mencegah meningkatnya angka penderita.

"Pola hidup sehat dapat menjadi kebiasaan sehari hari. Sebagai langkah untuk menurunkan angka penyakit. bahkan secara tidak langsung dapat menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan dan meningkatkan produktifitas masyarakat," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Patriani Gunawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi kegiatan gerakan masyarakat (Germas) hidup sehat , seperti yang dilaksanakan baru-baru ini.

"Germas hidup sehat ini sangat mudah. Hanya dengan melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit dalam sehari. Kemudian permeriksaan kesehatan secara rutin, serta makan buah dan sayur setiap hari," katanya.

Pihaknya juga tengah gencar menosialisasikan Germas masuk ke program kesehatan di sekolah-sekolah, seperti usaha kesehatan siswa (UKS) dan pelayananan kesehatan peduli remaja (PKPR) serta menyasar anak sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat atas.

"Tercatat sudah 139 Sekolah Dasar, 58 sekolah menengah pertama dan 45 sekolah menengah atas yang melaksanakan program ini," tutupnya. (agf/vin)

 

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook