Bupati Perintahkan Satpol PP Sisir Warung Kopi

Modus Baru Bisnis Prostitusi

Radar Pangkalan Bun | Sabtu, 11 Agustus 2018 - 12:12:05 WIB

Modus Baru Bisnis Prostitusi

Ilustrasi

PANGKALAN BUN – Bupati Kobar Hj Nurhidayah memerintahkan Satpol PP dan Damkar untuk menyisir warung kopi di Jalan Ahmad Yani. Pasalnya, sejumlah warung kopi juga menyediakan jasa pekerja seks komersial. Hal itu merupakan modus baru pelaku bisnis esek-esek tersebut.

Menurut Nurhidayah, beberapa kali Satpol PP dan Damkar telah mengamankan PSK yang bekerja di warung kopi. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan, karena warung kopi hanya dijadikan kedok untuk menutupi prostitusi. 

”Setelah penutupan lokalisasi, saya masih sering mendapat laporan mengenai penangkapan PSK dan muncikari. Kebanyakan PSK diamankan dari warung kopi yang ada di Jalan Ahmad Yani," kata Nurhidayah.

Nurhidayah menuturkan, satu bulan setelah Lebaran, belasan PSK dan muncikari berhasil diamankan Satpol PP dan Damkar. Mereka diamankan dari sejumlah warung di Jalan Ahmad Yani, sekitar eks lokalisasi Simpang Kodok dan Kalimati lama. 

Kemudian, dua PSK diamankan dari warung di Bundaran Jagung, Desa Sungai Rangit, Jaya Kecamatan Pangkalan Lada. Lokalisasi itu tidak dicurigai sama sekali oleh petugas. 

”Dari beberapa kasus Satpol PP mengamankan PSK dari warung kopi, merupakan modus baru yang digunakan setelah penutupan lokalisasi," jelasnya.

Hal tersebut membuat Nurhidayah memerintahkan penyisiran warung kopi di Jalan A Yani, dari Pangkalan Bun sampai Pangkalan Banteng. Pasalnya, di pinggir jalan terdapat banyak warung kopi yang baru buka. 

”Kami minta hal ini secepatnya disisir. Apakah warung kopi tersebut benar-benar jualan kopi atau hanya sebagai kedok saja. Karena sesungguhnya warung kopi itu hanya sebutan saja, tapi sebenarnya adalah tempat prostitusi baru," ujarnya.

Jika hal tersebut benar, Pemkab Kobar bakal merapatkan masalah ini.  Pemkab telah berkomitmen untuk menutup lokalisasi agar Kobar bebas prostitusi. 

”Lokalisasi sudah kami tutup dan prostitusi juga harus kami perangi. Kita semua harus bekerja sama untuk mewujudkan Kobar bebas prostitusi," tegasnya. (rin/ign

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook