Pelaku Sudah Berencana Habisi Istrinya

Hukum Kriminal | Sabtu, 11 Agustus 2018 - 12:21:41 WIB

Pelaku Sudah Berencana Habisi Istrinya

MESRA: Korban dan pelaku, bersama anaknya berfoto bersama, semasa masih hidup, dan saat hubungan mereka baik-baik saja.

KUALA KAPUAS - Kasus pembunuhan seorang ibu muda bernama Mahmuda (24), yang di lakukan oleh suaminya, Salmani (26), dipicu karena cekcok yang terjadi sehari sebelumnya.

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, melalui Kasat Reskrim AKP Iqbal Sengaji, mengatakan bahwa sebelum terjadi pembunuhan, korban sempat beradu mulut dengan pelaku pada sore hari.

"Pelaku ini sempat cekcok mulut sore harinya dengan korban, karena masalah dalam rumah tangga. Awalnya cekcok sekitar pukul 18.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB.  Lalu korban ini tertidur. Tidak beberapa lama baru pelaku menyusul tidur," kata Iqbal, dikonfirmasi via telepon Jumat (10/8) siang.

Pagi hari, sekitar waktu shalat subuh, pelaku terbangun lebih dulu. Korban masih tidur bersama anaknya yang masih kecil. Mereka tinggal di sebuah ruko, dimana merupakan tempat korban dicekik oleh pelaku. Pelaku sempat duduk dan merokok sebelum menghabisi korban dengan tangannya sendiri.

"Sekitar pukul 03.30 WIB, pelaku ini terbangun dan melihat korban yang masih tertidur. Niat pelaku ini sudah ada, ingin menghabisi korban. Hingga akhirnya, pelaku langsung mencekik korban, setelah rokoknya dihisap," beber Iqbal.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 480 jo 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Ia diduga melakukan pembunuhan berencana.

Sementara itu, korban yang sudah di kamar jenazah RSUD Kabupaten Kapuas, akhirnya dilakukan otopsi oleh dokter forensik selama 2,5 jam. Hasil sementara, kematian korban dikarenakan kekurangan pernapasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, akibat cekikan tangan pelaku. (rm92/gza/fm)

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook